FAQ

Pertanyaan 01:

Partai adalah salah satu pilar demokrasi. Bagaimana mungkin demokrasi tanpa partai? Berarti demokrasi akan kehilangan pilarnya?

Jawab:

A> Pendapat partai sebagai salah satu pilar demokrasi pada dasarnya adalah sebuah pernyataan yang tidak memiliki dasar yang kokoh. Namun pernyataan ini seolah telah menjadi aksioma atau postulat yang dianggap pasti kebenarannya tanpa perlu pembuktian lebih lanjut (padahal maksud sejatinya adalah tidak bisa dibuktikan).

B> Terdapat banyak teori di kalangan pakar politik yang membahas tentang syarat demokrasi, karakteristik demokrasi, nilai-nilai dalam demokrasi tetapi sulit mencari teori tentang Prinsip/Pilar Demokrasi yang mengatakan partai sebagai pilar, pers sebagai pilar dan sebagainya. Pada dasarnya pernyataan asal-asalan ini adalah sebuah penarikan kesimpulan yang serampangan dari syarat, karakteristik, prinsip dan nilai demokrasi.

Salah satu prinsip dasar/pilar demokrasi bukanlah partai tetapi adanya pemilu yang luber dan jurdil. Karena mayoritas negara demokrasi melaksanakan pemilu yang diikuti oleh partai politik kemudian secara serampangan menyimpulkan partai adalah pilar/prinsip dasar demokrasi. Terjadi sebuah fallacy of logic dalam penyimpulan dimaksud karena pemilu tidak harus hanya diikuti oleh partai politik. Karena bakal calon berbagai jabatan publik tidak harus dan BISA tanpa dimajukan oleh partai politik. Bahkan lebih baik jika seluruhnya adalah calon independen. INDEPENDEN, karena calon partai memang DEPENDEN pada pimpinan partai. Dan pimpinan partai dependen pada pembiaya-nya. Akhirnya calon dari partai harus bisa menyetor pada pimpinan partai. Walhasil, pencalonan yang TIDAK INDEPENDEN niscaya memperburuk lingkaran setan pencolengan massal.

C> Jangan mau dihegemoni pemikiran despotik karena itu semua hanyalah upaya-upaya para bandit demokrasi untuk mencengkeram segala sumber daya atas nama demokrasi. Bandit demokrasi lebih mudah bermain jika kekuasaan terkonsentrasi salah satunya dalam kepartaian. Karena hanya perlu memegang pucuk pimpinan saja telah cukup untuk mencoleng segala sumber daya, selain pimpinan hanyalah angka yang menunjukkan posisi tawar belaka. Pada hakikatnya partai adalah sebuah tambahan sekat (barrier to entry) dalam partisipasi rakyat. Partai telah menjadi bagian dari permasalahan dan bukan bagian dari solusi. Oleh karena itu salah satu tujuan Gerakan Demokrasi Tanpa Partai adalah menegakkan daulat rakyat sepenuh-penuhnya. Segala penghalang harus dihilangkan semaksimal mungkin. Prinsip perwakilan terpaksa ditempuh semata karena pertimbangan teknologi dan biaya yang tidak terjangkau.

D> Gerakan Demokrasi Tanpa Partai tidak memperjuangkan pembubaran partai politik karena partai politik pada dasarnya tidak berbeda dengan ormas-ormas lainnya yang merupakan buah manis dari demokrasi. Kebebasan berserikat dan berkumpul adalah syarat dan buah manis dari demokrasi. Maka pembubaran sebuah organisasi yang tidak terbukti melakukan tindak pidana atau makar secara organisasional adalah bertentangan dengan demokrasi itu sendiri. TETAPI menghapus kuasa formal partai sebagai penentu siapa-siapa saja yang boleh dipilih dalam pemilu adalah sejalan dan bahkan memperkuat demokrasi itu sendiri. JANGAN MAU DI-HEGEMONI! Partai sebagai pilar demokrasi adalah sebuah kebohongan yang nyata!

E>Kita kembalikan makna demokrasi sebagai dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Maka pemurnian demokrasi adalah dengan menghilangkan segala sekat antara rakyat dan pelaksana amanahnya. (Kuasa formal) partai yang menentukan hampir segalanya di republik tercinta ini adalah akar masalah dari hampir seluruh masalah pelik yang harus dihadapi negeri.

***** # akhir jawaban terhadap pertanyaan 01 # *****

Pertanyaan 02:

Bagaimana cara mendirikan Gerakan Demokrasi Tanpa Partai di daerah?

Jawab:

A>Gerakan ini dibentuk berbasiskan gerakan massa-rakyat tanpa struktur kepengurusan yang kaku tetapi semata-mata berdasarkan fungsi. Organisasi dan Manajemen dibentuk sesuai dengan kebutuhan aksi/lokalitas. Yang menjadi pegangan adalah bagaimana mencapai tujuan sebagaimana tertulis dalam Manifesto & Presentasi Gerakan DTP. Maka untuk mencapai sasaran akhir gerakan ini diperlukan penggalangan TTD Petisi dan Merobek Surat Suara dalam pemilu nantinya. Tentu saja harus dengan kesadaran penuh bahwa sistem lama sudah usang dan bobrok dalam dirinya. Kedua sasaran antara ini merupakan sebuah kerja berat. Membangkitkan keberanian rakyat untuk mengatakan TIDAK melalui dua jalan di atas bukan pekerjaan sehari dua hari tetapi harus konsisten dan persisten. Bagaimana rakyat Indonesia yang santun dapat mengekspresikan kemarahan secara terkendali dalam dua metode di atas adalah persoalan yang berat namun bukan tidak mungkin.

B>Upaya2, aksi2 menuju ke arah sasaran antara hingga sasaran akhir dapat dilakukan dalam banyak cara dan modus seperti kampanye, pelatihan, demonstrasi, rapat massa, penyebaran pamflet, buku saku, selebaran, poster, spanduk, mengajukan petisi2 antara sebelum petisi akhir, penggalangan dukungan organisasi-organisasi, person2 dan sebagainya. The Sky is The Limit, batasnya adalah kreativitas dan inovasi relawan gerakan. Prinsip dasar gagasan tidak berubah, taktik dan strategi mewujudkannya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan.

C>Desain2 kampanye boleh kreatif sendiri. Yang tidak boleh hanya mengubah redaksional isi Manifesto, Presentasi dan Petisi. Selainnya terserah kreativitas. Berbicara atas nama Gerakan pun diijinkan sepanjang tidak menyimpang dari ketiga dokumen utama. Sel-sel gerakan disatukan oleh gagasan tersebut.

D>Grup FB Gerakan adalah yang tertera di website ini. Website resmi pun hanya ini saja. https://antipartai.wordpress.com. Twitter (@antipartai!) pun hanya itu saja. Jika relawan hendak memposting apapun bisa menghubungi email: antipartai@yahoo.com.

E>Bagi informasi nama-nama relawan, kegiatan2 dan lain-lain perkembangan ke email: antipartai@yahoo.com.

***** # akhir jawaban terhadap pertanyaan 02 # *****

Pertanyaan 03:

Demokrasi adalah alat untuk mencapai masyarakat yang sejahtera dan bukan tujuan. Mengapa kita harus memperjuangkan demokrasi dan bukan memperjuangkan kesejahteraan rakyat tanpa peduli sistem yang digunakan?

Jawab:

A>Pernyataan ini seringkali terlontar karena ternyata praktik demokrasi di Indonesia tidak mampu menghapus korupsi dan bahkan kian merajalela dan tersebar rata. Mungkin saking frustasinya maka muncul pernyataan yang serampangan dan asal njeplak. Apakah dengan demikian kita rela untuk dipimpin oleh tirani meskipun mensejahterakan masyarakat? Sesungguhnya pertanyaan retorik ini hampir-hampir tidak ditemukan pembenarannya sama sekali. Dimana pernah ditemukan tirani/diktaktor yang mensejahterakan rakyatnya secara berkeadilan? Power tends to corrupt, absolute power corrupt absoluetly! Bahkan sejarah nabi-nabi pun menunjukkan bahwa meski mendapatkan legitimasi dari Tuhan (bagi yang mempercayainya) tetapi tak ada kediktatoran/tirani dalam aplikasinya.

Dengan demikian, demokrasi bukanlah hanya milik negara yang telah makmur sejahtera saja. Tetapi demokrasi adalah sebuah alat/sarana yang sangat berguna untuk mensejahterakan rakyat secara berkeadilan. Jikapun sebuah bangsa harus menderita dan puasa bersama demi kemajuannya di masa mendatang maka seluruh rakyat rela asal semuanya tanpa kecuali berpuasa dan bekerja keras bersama.

B>Oleh karena itu jika putus asa dan frustasi janganlah mengajak-ajak yang lainnya untuk patah arang pula. Demokrasi laksana pisau yang berbahaya di tangan anak-anak dan orang gila tetapi sungguh manis manfaatnya di tangan kaum yang tercerahkan. Demokrasi bisa pula tumpul karena pisau yang harusnya digunakan untuk memotong kue malahan digunakan untuk memotong batu. Demokrasi bisa menjadi sekadar pemanis bibir dan siasat dari orang-orang jahat yang ingin mendapat kuasa guna mensejahterakan diri dan kroninya dengan menindas selainnya. Maka demokrasi yang berkeadilan adalah sebuah kewajiban yang harus diperjuangkan. Daulat rakyat sepenuh-penuhnya adalah penawaran akhir yang tidak bisa dinegosiasikan dengan alasan apapun juga.

***** # akhir jawaban terhadap pertanyaan 03 # *****

Pertanyaan 04:

Bagaimana sebuah organisasi (mahasiswa, BEM, SM, OKP, LSM dan sebagainya) dapat memberikan dukungan? Kalau perseorangan?

Jawab:

A>Pada dasarnya gerakan ini ditujukan kepada perseorangan warga negara Indonesia untuk turut memberikan dukungan dan bahkan menjadi bagian dari gerakan yaitu dengan menandatangani petisi dan merobek surat suara pemilu selama sistem bernegara masih menggunakan cara2 kuno manipulatif sebagaimana saat ini berlaku. Bentuk dukungan lebih proaktif dengan turut serta menjadi relawan dan membentuk tim relawan yang bergerak memberikan penyadaran kepada massa-rakyat sangat diapresiasi.

B>Dukungan organisasi dapat berupa Surat Pernyataan Dukungan yang ditulis di atas Kop Surat Organisasi dan di-TTD oleh pimpinan yang berhak mengeluarkan surat keluar , dengan redaksional kurang lebih sebagai berikut: “Menyatakan memberikan dukungan kepada Gerakan Demokrasi Tanpa Partai dan menyerukan kepada seluruh anggota dan komponen masyarakat lainnya untuk turut serta proaktif memberikan dukungan dan turut serta memperjuangkan tegaknya daulat rakyat sepenuh-penuhnya sebagaimana tersebut dalam Manifesto, Presentasi dan Petisi Gerakan Demokrasi Tanpa Partai”.

Penggunaan sumber daya organisasi guna perjuangan mencapai tujuan tegaknya daulat rakyat sepenuh-penuhnya sangat diapresiasi. Pencantuman identitas organisasi bersama-sama dengan identitas Gerakan Demokrasi Tanpa Partai dalam penggalangan sumber daya atau aksi diperbolehkan. Sepanjang tidak mengubah redaksional tiga dokumen utama gerakan. Pembuatan dokumen-dokumen tambahan seperti petisi agar juga mengusut tuntas ini dan itu atau desakan pemakzulan pejabat yang khianat, dsb. agar sesuai kondisi lokalitas diperbolehkan sepanjang tidak bertentangan dengan gagasan pokok yang menjadi pegangan gerakan sebagaimana tercantum dalam tiga dokumen utama gerakan. Membuat materi kampanye dalam bahasa2 yang sesuai lokalitas atau target khalayak  sangat diapresiasi.

***** # akhir jawaban terhadap pertanyaan 04 # *****

One response to “FAQ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s