TOLAK SISTEM UMR…!

Pada dasarnya UMR itu terlalu rigid, banyak perusahaan yang mampu membayar lebih namun tak sedikit juga yang sesak nafas dibuatnya. UMR juga membuat pasar tenaga kerja tidak efisien. Oleh karena itu Demi Keadilan berdasarkan Ketuhanan yang Maha Adil nampaknya lebih baik jika sistem pengupahan tidak lagi menggunakan sistem Upah Minimum tetapi menggunakan sistem berikut ini:

1>Penetapan ratio gaji tertinggi dan terendah sebesar-besarnya 1:72 (angka ini perlu studi lebih lanjut), dengan demikian setiap perusahaan akan berbeda2 sesuai kemampuannya. Tidak ada lagi argumen perusahaan ndak mampu, ini tentang strategi pengupahan yang berkeadilan.

2>20% nett profit positif adalah hak pekerja atas hasil kerjanya yang dibagikan secara sama rata.

Ini adalah Keputusan DPP Gerakan Demokrasi Tanpa Partai yang akan terus disosialisasikan kepada masyarakat luas. MPP DTP akan segera mengadakan suatu pertemuan besar seluruh serikat pekerja untuk bersama-sama melakukan mogok kerja hingga sistem baru tersebut di atas diadopsi negara dan diundangkan.

Bandung, 4 Nopember 2013

TTD

Majelis Pimpinan Pusat

GERAKAN DEMOKRASI TANPA -kuasa formal- PARTAI

Mohon bisa di-share agar semua serikat buruh bisa mempersiapkan diri mengikuti musyawarah besar yang akan segera diselenggarakan -jika mampu-. ^_^

Bagaimana jika dengan sistem ratio itu artinya malahan gaji terendah berada di bawah Standar Minimum Kelayakan Hidup? Konsekuensi logis dari sistem ini adalah perusahaan harus membuka laporan keuangannya kepada serikat buruhnya. Pemerintah tetap menetapkan suatu angka resmi Standar Hidup Minimum atau Layak. Pada akhirnya mekanisme pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel yang akan bekerja.

Dengan demikian tetap akan ada suatu permufakatan antara perusahaan dan buruh. Standar minimum adalah standar terbawah. Ini nantinya negosiasi tentang struktur penggajian suatu perusahaan.

Keputusan ini masih bersifat terbuka, apakah adil jika selain ratio gaji dan bagian atas nett profit positif juga tetap ada suatu sistem Upah Minimum…? Mari kita kaji menurut prinsip2 perikemanusiaan dan perikeadilan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s