Revolusi Hukuman

Hukum as a tool of social engineering sudahlah jelas bagi yang telah jelas. ^_^ Ndak perlu berpanjang-panjang googling aja karena shout out ini tidak hendak menjadi kegiatan belajar-mengajar tetapi meneriakkan aspirasi terpendam.😛

Hukuman atas tindak kejahatan yang berlaku di Indonesia ini masihlah terlalu ringan sehingga efek jera kurang bekerja sehingga muncullah istilah penjahat kambuhan alias residivis. Bahkan untuk kasus korupsi sampai ada istilah matematika korupsi. Sekeluar dari penjara yang fasilitas mewahnya bisa dibeli tetap hidup dalam kemewahan.

Maka tanpa perlu panjang lebar argumentasi apalagi penelitian akademik. Sudah jelas hukuman yang ada tidak efektif, tidak menjerakan, kurang mencegah orang lain berbuat serupa serta kurang melepaskan beban psikologis korban dan keluarganya juga masyarakat luas maka HARUSNYA:

1>Hukuman Mati untuk tindak kejahatan: a>pembunuhan (jika dimaafkan ahli waris dengan atau tanpa denda cukup penjara saja), b>perampokan bersenjata,  c>perkosaan.

2>Hukuman Dera: a>vandalisme, b>pencurian, c>incest, d>korupsi (dan penjara serta dirampas harta hasil korupsinya, jika kurang terhitung sebagai hutang), d>penganiayaan, e>penggelapan, f>penadahan hasil curian.

Dan hukuman bersifat akumulatif atas setiap tindak kejahatan. Khusus untuk korupsi walaupun terdakwa sudah mati tetap dapat dilakukan pengadilan sehingga harta hasil korupsi jika masih bisa dirampas negara harus dirampas negara.

Pendapat Pribadi ITTIKTUTUTENGGO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s