Before & After: In Memoriam Gayuus…!

Jakarta – Siapa yang tak suka bergosip soal harta kekayaan? Alhasil, ketika Gayus Tambunan — PNS Ditjen Pajak golongan III A yang di rekeningnya terdapat Rp 25 miliar — jadi obrolan, propertinya pun diubek-ubek.

Properti yang cukup mencolok adalah rumah masa kecilnya di Jl Warakas I Gang 23, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Priok, Jakarta Utara. Di rumah orang tuanya itu, Gayus menghabiskan masa kecilnya.

Rumah di gang sempit itu kini tak terurus, pintu tripleksnya mengelupas. Atapnya mengelopek. Rumah itu tak berpenghuni lagi karena penghuninya telah berpindah ke rumah yang lebih bagus.

Jika kedua orangtua Gayus pindah ke Depok, Gayus memilih menetap di kompleks real estate mewah Gading Park View di Jl Boulevard Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Harga rumah paling murah di kompleks elite itu di kisaran Rp 1,5 miliar.

PT Summarecon Agung Tbk selaku pengembang perumahan tersebut, tak banyak membangun unit di kompleks tersebut. Hanya 86 unit rumah dan 38 rumah toko (rukan) di lahan seluas 5,4 hektar. Jumlah rumah yang sedikit membuat eksklusivitas dan kenyamanan benar-benar terjaga dan berimbas pada harga selangit.

Masih ada properti Gayus lainnya yang disoroti. Tetangga-tetangga Gayus di Warakas menyebutkan bahwa lulusan Diploma Perpajakan STAN tahun 2000 itu memiliki sebuah apartemen di Cempaka Mas, Jakarta Pusat. Gayus juga dikabarkan sering berganti mobil saat mengunjungi mertuanya di kawasan Rawa Badak. Kadang Ford Everest, kadang Mercy, BMW, atau Alphard.

Properti Gayus ini melahirkan ‘decak kagum’ masyarakat. Di Twitter misalnya, banyak Tweeps yang tak percaya pada fakta seorang PNS menetap di kawasan mewah Gading Park View. Ketika dikonfirmasi kebenaran asetnya yang jadi buah bibir tersebut, Gayus tidak mengangkat handphonenya.

Kitsda Pajak Periksa Atasan & Teman-teman Gayus
Pemeriksaan Direktorat Kepatutan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur (Kitsda) Ditjen Pajak terhadap Gayus Tambunan terkait markus Rp 25 miliar masih berlangsung. Kitsda sudah memeriksa sejumlah teman-teman Gayus dan atasannya yang mengetahui kasus tersebut.

“Yang sudah diperiksa Gayus, sistem pengerjaannya, atasannya, dan teman-temannya yang mengetahui soal itu (kasusnya),” kata Dirjen Pajak Tjiptardjo, Kamis (25/3/2010) pagi.

Tjiptardjo mengatakan, data-data yang dikumpulkan Kitsda sudah hampir selesai. Untuk melengkapi data pemeriksaan tersebut, hari ini Gayus kembali diperiksa. “Masih dalam proses. Nanti dalam waktu dekat akan disimpulkan,” tegasnya. Gayus mulai diperiksa Kitsda pada Senin (22/3/2010). Pemeriksaan berlangsung di lantai 20 gedung Ditjen Pajak, Jl Gatot Subroto.
_____________

Andi Dapat Rp 1 Miliar, Sisanya Lari Ke Mana?

Duit yang mengalir dari rekening Gayus Tambunan ke Andi Kosasih hanya Rp 1 Miliar lebih. Padahal, sedikitnya ada sekitar Rp 24 miliar dana lain yang belum jelas keberadaannya. Kubu Susno mempertanyakan ini. “Di situlah sinyalemen dari Pak Susno. Uang sebanyak itu tapi Pak Andi Kosasih cuma mendapat 1 miliar, selebihnya ke mana?” kata kuasa hukum Susno, Henry Yosodiningrat, Rabu (24/3/2010

Henry menyampaikan, aliran dana milik Gayus harus ditelusuri. Apalagi diduga kuat ada pencucian uang. “Dugaan itu sudah 99 persen mendekati kebenaran. Mestinya dikejar oleh kepolisian dan di sini diduga oleh Pak Susno ada oknum kepolisian terkait yang menerima uang,” jelas Henry.

Terkait dengan status Andi Kosasih yang saat ini buron, Henry mengimbau agar ia mau menyerahkan diri. Kesaksian Andi Kosasih sangat diperlukan untuk mengungkap mafia pajak. “Saya mengimbau Kosasih menyerahkan diri dari pada hilang karena berurusan dengan mafia pajak. Kelihatannya sepele, tapi daripada ada apa-apa di belakang karena dugaannya ada mafia,” serunya.

Setelah Andi menyerahkan diri, penelusuran aliran dana ke mafia pajak akan mulai terlacak. “Akan segera diketahui rekening Andi Kosasih di bank mana kemudian dicocokkan transfer dari Gayus kapan dan ke mana,” terang Henry.

“Sementara itu sambil dicek katanya beli mobil dari showroom mana, mudah sekali,” imbuhnya. (Jakartapress)

Sumber: http://kabarnet.wordpress.com/2010/03/25/inilah-rumah-gayus-tambunan-dulu-dan-kini/

Catatan: 1>sekadar mengingatkan saja ternyata bukan hanya pejabat publik daja yang harus hidup dalam rumah kaca, kalau anda tahu kekayaan yang luar biasa dari setiap PNS segera berikan laporan pandangan mata!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s